Menu

Mode Gelap

Islam Edu

Syukur : Pengertian, Macam-Macam, Hakikat dan Dalil Syukur


 Syukur : Pengertian, Macam-Macam, Hakikat dan Dalil Syukur Perbesar

Syukur : Pengertian, Macam-Macam, Hakikat dan Dalil Syukur

Advertisements
Pengertian Syukur

Pengertian syukur secara bahasa yaitu kata syukur berakar dari syakara yang berarti membuka, lawan katanyanya adalah kata kafara yang berarti menutup dan melupakan.

Syukur secara istilah menurut  Raghib al-Asfihani -pakar bahasa- memaknai kata syukur dengan gambaran dalam benak tentang nikmat dan menampaknnya kepermukaan.

Sedangkan Al- Ghazali, memaknai syukur dengan sanang dengan nikmat yang ada dan menggunakan nikmat tersebut sesuai maksud dan yang di sukai Allah.

Kedua pendapat al-Asfihani dan al-Ghazali ini tampaknya lebih konprehensip dari sebelumnya, selain syukur di maknai dengan pengakuan hati dan kegembiraan hati terhadap nikmat, syukur juga harus di tampakkan kepermukaan serta di gunakan sesuai maksud dan tujuan Allah seperti memuji dan taat kepada Allah sebagai pemilik nikmat dan berterimakasih dan berbakti kepada kedua orang tua sebagai perantara nikmat.

Advertisements
Dalil Syukur

Dalil syukur di jelaskan dalam Al-Quran:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu memaklumkan:”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Al-Baqarah: 152)

اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Advertisements
” Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (QS. Luqman : 14)

Dua ajaran ini banyak sekali di singgung oleh Al-Quran yang berarti ajaran ini memiliki signifikansi dan titik tekan dalam mengapliukannya.  Oleh karenanya hal ini penting di ajarkan kepada umat Islam. Berikut ini pembahasannya.

Hakikat Syukur

Menurut imam Ghazali sukur adalah mengggunakan nikmat sesuai kehendak Allah Swt. Ada tiga perkara yang menjadi faktor seseorang dapat bersyukur, yaitu:

  1. Ilmu, yaitu pengetahuan tentang nikmat dan pemberinya, serta meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT dan yang lain hanya sebagai perantara untuk sampainya nikmat, sehingga akan selalu memuji Allah SWT dan tidak akan muncul keinginan memuji yang lain. Sedangkan gerak lidah dalam memuji-Nya hanya sebagai tanda keyakinan.
  2. Hal (kondisi spiritual), yaitu karena pengetahuan dan keyakinan tadi melahirkan jiwa yang tentram. Membuatnya senantiasa senang dan mencintai yang memberi nikmat, dalam bentuk ketundukan, Mensyukuri nikmat bukan hanya dengan menyenangi nikmat tersebut, melainkan juga dengan mencintai yang memberi nikmat yaitu Allah SWT.
  3. Amal perbuatan, ini berkaitan dengan hati, lisan, dan anggota badan, yaitu hati yang berkeinginan untuk melakukan kebaikan, lisan yang menampakkan rasa syukur dengan pujian kepada Allah SWT dan anggota badan yang menggunakan nikmat-nikmat Allah SWT dengan melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
Macam-macam Syukur
Macam-macamnya ada tiga, yaitu:
1. Syukur Hati
Bersyukur hati berarti menyadari bahwa sebuah kenikmatan tentu datang dari Allah SWT. Hal ini akan membawa perasaan tenang bagi yang melakukannya.

Pengakuan dengan hati bahwa semua nikmat datangya dari Allah, sebagai kebaikan dan karunia Sang pemberi nikmat kepada hamba-Nya. Bersyukur dengan hati akan membuat seseorang merasakan keberadaan nikmat itu pada dirinya, hingga ia tidak akan lupa kepada Allah Pemberinya.

2. Syukur Lisan
Syukur lisan berarti menyanjung Allah sebagai Sang Pemberi kenikmatan. Perintah ini tercantum dalam QS. Ad Dhuha ayat 11.
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Artinya: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-Nya.

Hal ini dapat di lakukan dengan menyanjung dan memuji Allah atas nikmat-Nya dengan penuh kecintaan, serta menyebut-nyebut nikmat itu sebagai pengakuan atas karunia-Nya dan kebutuhan terhadapnya, bukan karena riya, pamer atau sombong,. Mengucapkan nikmat Allah merupakan salah satu sendi syukur. Seorang hamba yang mengucapkan rasa syukur, maka ia akan teringat kepada pemberinya dan mengakui kelemahan dirinya.

Advertisements
3. Dengan perbuatan

Bersyukur dengan perbuatan adalah menggunakan anggota tubuh digunakan untuk beribadah kepada Allah Tuhan Semesta Alam, karena masin-masing anggota tubuh memiliki kewajiban beribadah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah sujud syukur, yaitu dengan cara sujud dihadapan Allah dengan meletakkan anggota tubuhnya yang paling mulia di atas tanah, lalu dalam keadaan tersebut diiringi dengan berbagai macam dzikir seperti bersyukur, bertasbih, berdoa, mohon ampunan, dan lain sebagainya. Prof. Quraish Sihab menjelaskan bahwa syukur dengan perbuatan adalah memanfaatkan seluruh anugrah yang di berikan sesuai dengan tujuan Allah Swt.

Hikmah Syukur

1. Menyucikan jiwa

Bersyukur dapat menjaga kesucian jiwa, sebab menjadikan orang dekat dan terhindar dari sifat buruk, seperti sombong atas apa yang diperolehnya.

2. Mendorong jiwa untuk beramal shalih

Advertisements

Bersyukur yang harus ditunjukkan dengan amal sholih membuat seseorang, selalu terdorong untuk memanfaatkan apa yang diperolehnya untuk berbagai Semakin banyak kenikmatan yang diperoleh semakin banyak pula amal sholih yang dilakukan.

3. Menjadikan orang lain Ridha

Dengan bersyukur, apa yang diperolehnya akan berguna bagi orang lain dan membuat orang lain ridho Karena menyadari bahwa nikmat yang diperoleh tidak harus dinikmati sendiri tapi juga harus dinikmati oleh orang lain, sehingga hubungan dengan orang lain pun menjadi baik.

4. Menuntun hati untuk ikhlas

Advertisements

Bersyukur menuntun kita untuk tetap berbaik sangka pada Allah SWT dalam segala hal yang terjadi dalam kehidupan ini, maka seseorang mampu menggerakkan hati untuk ikhlas menerima ketetapan Allah SWT.

5. Menumbuhkan optimisme

Bersyukur mengandung arti mengenali sebuah nikmat yang telah Allah SWT karuniakan, termasuk didalamnya yakni dengan menggali potensi-potensi yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, yang nantinya akan menumbuhkan optimisme.

Demikian semoga bermanfaat.

Advertisements

Baca juga: Qodha’ dan Qodar dalam Kehidupan Sehari-Hari

Komentar
Advertisements

Artikel ini telah dibaca 53 kali

Baca Lainnya

Sabar dan Syukur

14 November 2022 - 19:00

Sabar dan Syukur

Penaklukan Banten dan Masuknya Agama Islam Disana

2 November 2022 - 08:17

Penaklukan Banten dan Masuknya Agama Islam Disana

Pengertian dan Faktor Pemicu Radikalisme

26 Oktober 2022 - 08:28

Pengertian dan Faktor Pemicu Radikalisme

Qodha’ dan Qodar dalam Kehidupan Sehari-Hari

26 Oktober 2022 - 08:07

Qodha' dan Qodar dalam Kehidupan Sehari-Hari

Para Sahabat Penulis Wahyu

24 Oktober 2022 - 18:29

Para Sahabat Penulis Wahyu

Tradisi Bulan Suro Bagi Umat Islam di Jawa

14 Agustus 2022 - 07:00

Tradisi Bulan Muharrom
Trending di Islam Edu