Finansial

Cara Membuat Laporan Keuangan Yang Benar Sesuai Akuntansi

×

Cara Membuat Laporan Keuangan Yang Benar Sesuai Akuntansi

Share this article
Manajemen bisnis
Manajemen bisnis

Iqipedia.com – Laporan keuangan (financial statement) adalah laporan yang dibuat pada akhir periode akuntansi yang terdiri dari laporan perhitungan laba rugi (income statement), laporan perubahan modal (capital statement) dan neraca (balance sheet) serta laporan-laporan tambahan seperti laporan arus kas (cash flow).

Income statement (laporan perhitungan laba rugi) adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan beban pada akhir periode akuntansi serta selisih laba rugi.

Pendapatan yang dimaksud disini adalah penghasilan yang diperoleh perusahaan selama satu periode. Sedangkan pendapatan itu sendiri ada dua macam yaitu pendapatan yang benar-benar merupakan pendapatan pokok (usaha) dan pendapatan yang bukan berasal dari penghasilan pokok disebut pendapatan non usaha.

Beban yang dimaksud disini adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan selama satu periode akuntansi. Beban itu sendiri ada dua ma- cam yaitu beban yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan pokok yang disebut beban usaha, sedangkan beban yang dikelurkan bukan untuk mendapatkan penghasilan pokok disebut beban non usaha.

Capital statement (laporan perubahan modal) adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal awal karena adanya tambahan modal baru, laba (menambah) atau rugi (mengurangi) dan prive (untuk perusaha- an perseorangan) atau dividen (untuk perusahaan perseroan).

Balance sheet (neraca) adalah laporan posisi keuangan yang me- nunjukkan asset/harta, hutang dan modal pada suatu saat tertentu.

Bentuk neraca ada 2 macam:

  1. Bentuk skontro/horizontal/ Taccount.
  2. Bentuk staffel/vertical/Laporan

Untuk dapat menggambarkan bentuk laporan keuangan suatu perusahaan, diambilkan dari contoh soal diatas, maka laporan keuangan perusahaan “PRINCES” akan nampak sebagai berikut:

1. Laporan perhitungan laba rugi (income statement).

Untuk menyusun laporan ini lihat lajur modal yaitu yang menambah (pendapatan) dan yang mengurangi (beban-beban).

PRINCES

Income Statement

For the Month Ended January,31 200A

Revenue:
Service Revenue 1.600.000
Operating Expenses:
Salaries expense 800.000
Advertising expenses 500.000
Total Operating Expenses (1.300.000)
Net income 300.000

 

2. Laporan perubahan modal (capital statement)

Susunan laporan perubahan modal pada perusahaan perseorangan, terdiri dari modal pemilik awal ditambah penambahan investasi baru bila ada dan ditambah laba bersih atau dikurangi rugi bersih dan dikurangi prive, hasilnya modal pemilik akhir. Modal pemilik akhir dilaporkan dalam neraca.

PRINCES

Capital Statement

For the Month enden January, 31 200A

Ny.Almira, Capital Januari, 1 200A 50.000.000
Added investment 0
Net income 300.000
Withdrawals (-)
Ny.Almira, Capital Januari, 31 200A 50.300.000

Untuk susunan laporan perubahan modal pada perusahaan perseku- tuan, terdiri dari modal pemilik awal masing-masing ditambah pe- nambahan investasi baru bila ada dan ditambah laba bersih atau di- kurangi rugi bersih (setelah laba/rugi diadakan pembagian laba/rugi sesuai dengan perjanjian awal) dan dikurangi prive hasilnya modal pemilik akhir. Modal pemilik akhir masing-masing dilaporkan dalam neraca.

Misalkan contoh diatas bentuk perusahaan persekutuan dan per- usahaan tersebut dimiliki oleh Tn. Daqar dan Tn. Udin, maka laporan perubahan modal seperti dibawah ini:

Firma ABC Capital Statement

For the Month ended January, 31 200A.

Keterangan Daqar, Capital Udin, Capital
Capital Januari, 1 200A Rp. Rp.
Added Invesment Rp. Rp.
Net income Rp. Rp.
Withdrawals (Rp.) (Rp.)
Capital Januari, 31 200A Rp. Rp.

Bila bentuk perusahaan perseroan, maka laporan perubahan modal tidak ada, yang ada adalah laporan perubahan laba tak dibagi (retained earning statement). Laporan perubahan tak dibagi susunannya adalah laba tak dibagi awal ditambah laba bersih atau dikurangi rugi bersih dan dikurangi dividen, hasilnya laba tak dibagi akhir. Laba tak dibagi akhir akan dilaporkan dalam neraca yaitu dibawah modal saham. Contoh laporan perubahan laba tak dibagi seperti berikut ini. Misalkan contoh diatas bentuk perusahaan perseroan, maka la- poran perubahan laba tak dibagi adalah:

PT. ABC

Retained earning statement

For the Month ended January, 31 200A

Retained earning January, 1 200A Rp.
Net income Rp.
Dividens (misal) (Rp.)
Retained earning January, 31 200A Rp.
3. Neraca (balance sheet)

Untuk membuat neraca bentuk perusahaan perseorangan seperti soal diatas, maka lihat saldo angka-angka perkiraan yang ada diper- samaan dasar akuntansi pada bagian akhir dan disusun dalam bentuk sekontro seperti dibawah ini:

PRINCES

Balance Sheet January, 31 200A

Assets: Liabilies & Equity:
Cash 33.300.000 Account Payable 3.000.000
Equipment 20.000.000 Ny. Almira, Capital 50.300.000
Total Assets 53.300.000 Liabilities + Equity     53.300.000
4. Laporan arus kas (cash flow)

Menurut PSAK No.2 (2009:5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari

penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).

Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu:

1. Cash in flow

Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:

  • Hasil penjualan produk/jasa
  • Penagihan piutang dari penjualan
  • Penjualan aktiva tetap yang
  • Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan
  • Pinjaman/hutang dari pihak
  • Penerimaan sewa dan pendapatan

2.  Cash out flow

Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari:

  • Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
  • Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi
  • Pembelian aktiva
  • Pembayaran hutang-hutang
  • Pembayaran kembali investasi dari pemilik
  • Pembayaran sewa, pajak, dividen, bunga dan pengeluaran lain-lain. Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Menurut PSAK No.2 (2009:5) Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut akti- vitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Arus kas dari kegiatan operasi

Arus kas dari kegiatan operasi, yang mencakup transaksi kas yang dimasukkan dalam penentuan laba bersih, yang mempengaruhi aktiva lancar dan hutang lancar misalnya:

  • Penerimaan kas dari penjualan tunai
  • Penerimaan kas dari langganan (piutang)
  • Pengeluaran untuk membayar hutang langganan
  • Pengeluaran untuk membayar hutang jangka pendek
  • Pengeluaran untuk pembelian perlengkapan
  • Pengeluaran untuk membayar biaya-biaya lain seperti biaya iklan, biaya gaji, biaya listrik dan lain-lain.

Arus kas dari kegiatan investasi.

Arus kas dari kegiatan investasi, yang mencakup transakasi kas yang dimasukkan dalam kaitannya dengan investasi jangka panjang/ aktiva tetap, misalnya:

  • Penerimaan hasil penjualan tanah
  • Penerimaan hasil penjualan gedung
  • Penerimaan hasil penjualan peralatan
  • Pengeluaran untuk pembelian peralatan
  • Pengeluaran untuk pembelian gedung
  • Pengeluaran untuk pembelian tanah dan lain-lain.

Arus kas dari kegiatan pendanaan

Arus kas dari kegiatan keuangan, yang mencakup transaksi kas yang dimasukan dalam kaitannya dengan peminjaman uang jangka panjang dan investasi kas pemilik perusahaan, misalnya:

  • Penerimaan dari penambahan investasi
  • Penerimaan hasil penjualan saham
  • Penerimaan hasil penjualan obligasi
  • Penerimaan hasil pinjaman jangka panjang
  • Pengeluaran untuk penarikan keperluan pemilik
  • Pengeluaran untuk penarikan saham
  • Pengeluaran untuk penarikan obligasi
  • Pengeluaran untuk pembayaran hutang jangka panjang dan lain-lain.

Untuk penyelesaian soal diatas perusahaan PRINCES bila dibuat laporan arus kas (cash flow) sebagai berikut:

PRINCES

Statement of Cash Flow

For the Month ended January, 31 200A

Cash flows from operating activities:
•        Penerimaan kas dari pelanggan 1.600.000
•        Pengeluaran kas untuk perlengkapan dan biaya-biaya (1.300.000)
•        Pengeluaran untuk membayar hutang langganan (2.000.000)
Arus kas bersih dari kegiatan operasional (1.700.000)
Cash flows from investing activities:
•        Pengeluaran kas untuk pembelian peralatan (15.000.000)
•        Arus kas bersih dari kegiatan investasi (15.000.000)
Cash flows from financing activities:
•        Penerimaan kas dari pemilik modal sebagai investasi 50.000.000
•        Pengambilan kas untuk keperluan prive pemilik
Arus kas bersih dari kegiatan keuangan/pendanaan 50.000.000
Penambahan dari arus kas 33.300.000
Saldo kas per 1 Januari 200A 0
Saldo kas bersih per 31 Januari 200A 33.300.000

Baca juga