Ekonomi

Saham GOTO di Mata Lo Kheng Hong

×

Saham GOTO di Mata Lo Kheng Hong

Share this article
nabung saham
nabung saham

Saham, iqipedia.com – PT. GoTo Gojek Indonesia pada 11 April 2022 mengumumkan saham GOTO di buka d initial public offering (IPO). Perusahaan yang di nahkodai oleh Nadiem Makarim dan Williyam Tanuwijaya ini mulai ikut pasrtisipasi meramaikan bursa Efek Indonesia. Berdasarkan rilis dari  Bursa Efek Indonesia (BEI) PT. GoTo  melepas 40,61 miliar saham ke publik. Pada hari pertama dan GOTO berhasil meraih dana dana segar dari para investor sebesar Rp 13,72 triliun dari total 300.000 investor.

Dari hasil tersebut membuat publik terpesona dan meramaikan perbincangan bursa saham GOTO, pasal perusahaan yang diperakasai oleh William Tanuwijaya ini merupakan perusahaan yang tekhnologi yang sedang berkembang pesat serta melakukan marger dengan Gojek. Selain itu perusahaan ini juga di kelola oleh orang-orang yang profesional.

Saham GOTO Dalam Persepektif  Lo Kheng Hong

Saham Goto ini tidak dapat memikat hati raja saham Indonesia, yaitu Lo Keng Hong. Raja saham yang di juluki Warren Buffet-nya Indonesia ini tidak tertarik untuk membeli saham dari GOTO, menurutnya perusahaan yang perakarsai oleh Nediem dan William ini adalah perusahaan tokhnologi yang belum banyak profitnya dan nilainya asetnya masih sedikit, jadi ini sangat kecil untuk meraup keuntungan yang besar dalam jangka pendek. Artinya seseorang yang investasi di saham GOTO maka akan lama sekali untuk meraup untung. Dari sinilah Warren Buffet-nya Indonesia tidak mau membeli saham GOTO.

Pos Terkait:  Manajemen Bisnis: Pengertian, Fungsi, Unsur-Unsurnya dan Komponen Manajemen Bisnis

Hal ini menjadi tantang dan  PR besar bagi perusahaan GOTO mengingat Lo Kheng Hong, pasalnya selama ini masih menjadi acuan utama dalam bursa saham di Indonesia. Perusahaan GOTO harus memutar otak dan membangun strategi untuk mendapat kepercayaan para investor serta harus dapat mematah asumsi dari Lo Kheng Hong.

Saham buka Baka Lapak harus menjadi pejaran bagi GOTO. Perusahaan rintisan Ahmad Zaki ini gagal dalam kancah bursa efek indonesia setelah membuka di bursa efek efek pada tahun lalu. Memang Bukalapak pada saat itu banyak yang faktor yang mempengaruhi terjun saham bukalapak. Tetapi kegagalan Bukalapak harus juga di jadikan acuan sehingga perusahaan rintisan anak bangsa tidak lagi gagal dan kalah dari perusahaan startup luar nrgeri lainnya.

Penulis: Muqit