Pengantar
Shalat adalah salah satu ibadah yang sangat penting dalam agama Islam. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk melaksanakan shalat wajib lima waktu sehari semalam. Namun, ada juga jenis shalat lain yang disebut shalat sunnah. Salah satu jenis shalat sunnah yang sering dilakukan adalah shalat hadiah untuk orang yang sudah meninggal dunia. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai hukum melaksanakan shalat hadiah untuk orang yang sudah meninggal.
Hukum Melaksanakan Shalat Hadiah
Shalat hadiah atau shalat jenazah merupakan shalat sunnah yang dilakukan sebagai bentuk doa dan penghormatan terakhir bagi orang yang sudah meninggal dunia. Hukum melaksanakan shalat hadiah ini adalah mustahabb atau dianjurkan, bukan wajib. Meskipun tidak wajib, melaksanakan shalat hadiah sangat dianjurkan dalam agama Islam.
Shalat hadiah memiliki keutamaan tersendiri. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengiringi jenazah dari rumahnya hingga dikebumikan, lalu dia shalat atas jenazah tersebut dengan sempurna, maka dia memperoleh dua qirath pahala. Dan barangsiapa shalat atasnya di makam, maka dia memperoleh satu qirath pahala.”
Doa dalam Shalat Hadiah
Dalam melaksanakan shalat hadiah, terdapat beberapa doa yang dapat dilakukan. Setelah takbir pertama, membaca surah Al-Fatihah adalah wajib. Setelah itu, kita bisa membaca doa yang lebih panjang seperti:
اللهم اغفر لحينا وميتنا وشاهدنا وغائبنا وصغيرنا وكبيرنا وذكرنا وأنثانا. اللهم من أحييته منا فأحيه على الإسلام, ومن توفيته منا فتوفه على الإيمان
Maksud dari doa ini adalah, “Ya Allah, ampunilah orang-orang di antara kami yang masih hidup dan yang sudah mati, yang hadir di sini dan yang tidak hadir, yang masih kecil dan yang sudah tua, yang masih laki-laki dan yang sudah perempuan. Ya Allah, jika di antara kami ada yang masih hidup, berikanlah dia hidup dalam keadaan beragama Islam, dan jika ada di antara kami yang sudah mati, matikanlah dia dalam keadaan beriman.”
Setelah membaca doa ini, kita bisa melanjutkan shalat seperti biasa dengan membaca surah pendek setelah Al-Fatihah. Kemudian, setelah salam, kita bisa berdoa untuk orang yang sudah meninggal dengan doa seperti:
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس. اللهم جازه بالحسنات إحسانا وبالسيئات عفواً وغفرانا. اللهم إن كان محسناً فزد في حسناته وإن كان مسيئاً فتجاوز عن سيئاته
Doa ini berarti, “Ya Allah, ampunilah, kasihilah, berikanlah kesehatan baginya, maafkanlah kesalahannya, muliakanlah tempat kediamannya, luaskanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun, sucikan dia dari segala dosa sebagaimana pakaian putih yang disucikan dari kotoran. Ya Allah, balaslah kebaikannya dengan kebaikan dan ampunilah keburukannya. Ya Allah, jika dia termasuk orang yang berbuat baik, tambahkanlah kebaikan dalam amalannya. Jika dia termasuk orang yang berbuat buruk, ampunilah kesalahannya.”
Keutamaan Melaksanakan Shalat Hadiah
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, shalat hadiah memiliki keutamaan tersendiri. Selain mendapatkan pahala, melaksanakan shalat hadiah juga menjadi wujud penghormatan terakhir bagi orang yang sudah meninggal dunia. Dengan melaksanakan shalat hadiah, kita juga memberikan doa dan harapan yang baik untuk roh orang yang telah pergi.
Melalui shalat hadiah, kita juga dapat merenungkan tentang kehidupan dan kematian. Shalat ini mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, dan suatu saat kita juga akan meninggalkan dunia ini. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri dengan amal shaleh selama kita masih hidup.
Kesimpulan
Shalat hadiah untuk orang yang sudah meninggal merupakan shalat sunnah yang dianjurkan dalam agama Islam. Meskipun tidak wajib, melaksanakan shalat hadiah memiliki keutamaan tersendiri dan menjadi wujud penghormatan terakhir bagi orang yang sudah meninggal dunia. Dalam melaksanakan shalat hadiah, kita bisa membaca doa-doa khusus untuk orang yang sudah meninggal dan berharap agar rohnya mendapatkan kebaikan di sisi Allah SWT. Melalui shalat hadiah, kita juga diingatkan tentang kehidupan dan kematian serta pentingnya persiapan diri dengan amal shaleh selama kita masih hidup.