Umum

Begini Penjelasan Soal Shalat Sunnah Muakkad dan Ghairu Muakkad

×

Begini Penjelasan Soal Shalat Sunnah Muakkad dan Ghairu Muakkad

Share this article

Shalat merupakan salah satu ibadah yang sangat penting dalam agama Islam. Terdapat beberapa jenis shalat, salah satunya adalah shalat sunnah. Dalam shalat sunnah terdapat lagi dua jenis, yaitu shalat sunnah muakkad dan ghairu muakkad. Lalu, apa bedanya antara keduanya? Berikut penjelasannya:

Shalat Sunnah Muakkad

Shalat sunnah muakkad adalah shalat sunnah yang dianjurkan sangat kuat untuk dilakukan. Shalat ini dilakukan secara rutin, baik itu setiap harinya atau pada waktu tertentu saja. Contoh dari shalat sunnah muakkad adalah shalat sunnah rawatib, yaitu shalat sunnah yang dilakukan sebelum dan setelah shalat wajib.

Shalat sunnah muakkad memiliki banyak keutamaan. Diantaranya adalah dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seseorang, serta dapat membantu memperbaiki kualitas shalat wajib yang dilakukan.

Beberapa contoh shalat sunnah muakkad selain shalat rawatib adalah shalat dhuha, shalat tahajud, dan shalat witir.

Shalat Sunnah Ghairu Muakkad

Shalat sunnah ghairu muakkad adalah shalat sunnah yang tidak diwajibkan untuk dilakukan secara rutin. Shalat ini dapat dilakukan kapan saja, tidak harus dilakukan setiap hari atau pada waktu tertentu saja.

Pos Terkait:  Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 3: Mengenal Hikmah di Balik Rasa Takut

Contoh dari shalat sunnah ghairu muakkad adalah shalat istikharah, shalat tahiyatul masjid, dan shalat tasbih.

Meskipun tidak diwajibkan untuk dilakukan secara rutin, shalat sunnah ghairu muakkad tetap memiliki banyak keutamaan. Diantaranya adalah dapat membantu seseorang dalam memperbaiki kualitas shalatnya, serta dapat membantu dalam menghadapi masalah dan kesulitan dalam hidupnya.

Perbedaan Antara Shalat Sunnah Muakkad dan Ghairu Muakkad

Perbedaan antara shalat sunnah muakkad dan ghairu muakkad terletak pada wajibnya shalat tersebut dilakukan secara rutin. Shalat sunnah muakkad diwajibkan untuk dilakukan secara rutin, sedangkan shalat sunnah ghairu muakkad tidak diwajibkan.

Selain itu, jumlah rakaat yang dilakukan pada shalat sunnah muakkad dan ghairu muakkad juga berbeda. Shalat sunnah muakkad memiliki jumlah rakaat yang tetap, sedangkan shalat sunnah ghairu muakkad biasanya memiliki jumlah rakaat yang fleksibel.

Kesimpulan

Shalat sunnah merupakan salah satu ibadah yang sangat penting dalam agama Islam. Terdapat dua jenis shalat sunnah, yaitu shalat sunnah muakkad dan ghairu muakkad. Shalat sunnah muakkad diwajibkan untuk dilakukan secara rutin, sedangkan shalat sunnah ghairu muakkad tidak diwajibkan. Meskipun begitu, keduanya memiliki banyak keutamaan dan dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kualitas shalatnya serta dalam menghadapi masalah dan kesulitan dalam hidupnya.

Pos Terkait:  Hukum Mengubur Ari-ari Bayi Beserta Tulisan Surat Al