Perbedaan Shalat Dhuha dan Shalat Isyraq

Posted on

Pengertian Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah salah satu jenis shalat sunnah yang dikerjakan setelah terbitnya matahari beberapa saat. Shalat ini dilakukan di antara waktu shalat Subuh dan waktu shalat Dzuhur. Shalat Dhuha juga sering disebut sebagai shalat Chast.

Pengertian Shalat Isyraq

Shalat Isyraq adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit sepenuhnya. Shalat ini dilakukan pada pagi hari, tepatnya sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit. Shalat Isyraq juga dikenal sebagai shalat Duha atau shalat Syuruq.

Waktu Pelaksanaan

Perbedaan utama antara Shalat Dhuha dan Shalat Isyraq terletak pada waktu pelaksanaannya. Shalat Dhuha dilakukan setelah terbitnya matahari beberapa saat, sedangkan Shalat Isyraq dilakukan setelah matahari terbit sepenuhnya.

Keutamaan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha memiliki beberapa keutamaan yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Di antaranya, shalat ini dapat menghapuskan dosa-dosa, menambah rezeki, memberikan kebahagiaan, dan memberikan cahaya di wajah. Selain itu, Rasulullah juga menyarankan umat muslim untuk melaksanakan shalat Dhuha sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Pos Terkait:  Apa Itu Kaligrafi Kufi?

Keutamaan Shalat Isyraq

Shalat Isyraq juga memiliki keutamaan yang penting dalam agama Islam. Melakukan shalat ini dapat memberikan pahala yang besar, menghilangkan kegelapan di dalam hati, serta memberikan berkah dan keberuntungan dalam segala hal yang dikerjakan.

Sejarah dan Asal Usul

Shalat Dhuha dan Shalat Isyraq tidak memiliki sejarah atau asal usul yang jelas dalam riwayat hadis. Namun, keduanya dianjurkan dan pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Tata Cara Melaksanakan Shalat Dhuha

Untuk melaksanakan Shalat Dhuha, berikut adalah tata cara yang bisa diikuti:

  1. Niat dalam hati untuk melaksanakan Shalat Dhuha
  2. Mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga, kemudian menggenggamnya di depan dada
  3. Membaca takbiratul ihram
  4. Membaca doa iftitah
  5. Membaca surat Al-Fatihah
  6. Membaca surat pendek atau beberapa ayat dalam Al-Quran
  7. Ruku’
  8. Bangkit dari ruku’ dan melakukan sujud
  9. Bangkit dari sujud dan duduk di antara dua sujud
  10. Bangkit dari duduk dan melakukan sujud kedua
  11. Tahiyat awal
  12. Membaca doa tahiyat akhir
  13. Membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW
  14. Membaca doa taslim

Tata Cara Melaksanakan Shalat Isyraq

Berikut adalah tata cara melaksanakan Shalat Isyraq:

  1. Niat dalam hati untuk melaksanakan Shalat Isyraq
  2. Mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga, kemudian menggenggamnya di depan dada
  3. Membaca takbiratul ihram
  4. Membaca doa iftitah
  5. Membaca surat Al-Fatihah
  6. Membaca surat pendek atau beberapa ayat dalam Al-Quran
  7. Ruku’
  8. Bangkit dari ruku’ dan melakukan sujud
  9. Bangkit dari sujud dan duduk di antara dua sujud
  10. Bangkit dari duduk dan melakukan sujud kedua
  11. Tahiyat awal
  12. Membaca doa tahiyat akhir
  13. Membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW
  14. Membaca doa taslim
Pos Terkait:  Fungsi Khutbah Dalam Shalat Jumat: Menjadi Inspirasi dan Pencerahan untuk Umat Muslim

Kesimpulan

Secara umum, Shalat Dhuha dan Shalat Isyraq adalah shalat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat muslim. Perbedaan utama terletak pada waktu pelaksanaan, di mana Shalat Dhuha dilakukan setelah terbitnya matahari beberapa saat, sedangkan Shalat Isyraq dilakukan setelah matahari terbit sepenuhnya. Baik Shalat Dhuha maupun Shalat Isyraq memiliki keutamaan dan manfaat tersendiri bagi pelakunya. Dalam melaksanakan kedua shalat ini, sangat penting untuk mengikuti tata cara yang telah ditentukan agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT.