Umum

Kamasutra Islami: Teknik Jima Menurut Syariat

×

Kamasutra Islami: Teknik Jima Menurut Syariat

Share this article

Islam adalah agama yang mengajarkan kesederhanaan dan kepatuhan pada aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Termasuk di dalamnya adalah aturan mengenai hubungan suami istri atau yang dalam bahasa Arab disebut dengan jima. Berikut ini adalah teknik jima menurut syariat Islam yang harus dipahami oleh setiap pasangan suami istri.

1. Persiapan Sebelum Jima

Sebelum melakukan jima, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan agar jima dapat dilakukan dengan baik dan tidak melanggar aturan syariat. Pertama, pastikan diri dalam keadaan bersih dan suci, baik itu dari segi fisik maupun mental. Kedua, pastikan tempat yang dipilih untuk melakukan jima adalah tempat yang aman, nyaman, dan tidak menimbulkan kerumunan orang. Ketiga, pastikan pasangan suami istri dalam kondisi yang sehat dan tidak terkendala oleh masalah kesehatan tertentu.

2. Posisi Ketika Melakukan Jima

Posisi ketika melakukan jima sebaiknya mengikuti aturan syariat yang telah ditetapkan. Posisi yang dianjurkan adalah posisi suami berada di atas istri, dengan posisi istri telentang dan suami berada di atasnya. Posisi ini memungkinkan suami untuk mengontrol gerakan saat melakukan jima, sehingga dapat meminimalisir risiko cedera pada organ reproduksi.

3. Mengatur Waktu Jima

Waktu jima sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu setelah maghrib hingga terbit fajar. Hal ini sesuai dengan hadis dari Rasulullah yang menyatakan bahwa waktu tersebut adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan jima. Selain itu, hindari melakukan jima pada hari-hari tertentu seperti saat sedang menstruasi atau setelah melahirkan.

4. Menjaga Privasi

Privasi harus dijaga saat melakukan jima. Hindari melakukan jima di tempat terbuka atau di depan orang lain, karena hal ini dapat merusak citra dan martabat diri sendiri serta pasangan. Jika memungkinkan, jima dapat dilakukan di dalam kamar yang terkunci dan tidak dapat diakses oleh orang lain.

Pos Terkait:  Pengertian Akhlak Menerima Tamu: Memahami Etika dalam Menyambut Tamu

5. Berdoa Sebelum dan Sesudah Jima

Sebelum melakukan jima, sebaiknya berdoa terlebih dahulu meminta ridha Allah dan memohon perlindungan dari segala macam gangguan syaitan. Setelah selesai melakukan jima, berdoalah lagi untuk meminta ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang dilakukan selama melakukan jima. Dengan berdoa, diharapkan jima menjadi lebih bermakna dan mendapatkan berkah dari Allah SWT.

6. Tidak Menggunakan Obat Kuat

Penggunaan obat kuat saat melakukan jima tidak dianjurkan dalam Islam. Hal ini dapat merusak kesehatan dan memicu munculnya penyakit berbahaya seperti impotensi dan ejakulasi dini. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus mencoba untuk membangun keintiman secara alami dan tidak memaksakan diri untuk melakukan jima jika kondisi tidak memungkinkan.

7. Tidak Melakukan Jima Selama Menstruasi

Menurut aturan syariat Islam, pasangan suami istri dilarang melakukan jima saat istri sedang dalam masa menstruasi. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan pasangan suami istri serta meminimalisir risiko penyebaran penyakit. Pasangan suami istri dapat berpuasa atau salat malam sebagai alternatif untuk mempererat hubungan dan membangun keintiman.

8. Menghindari Seks Bebas

Seks bebas atau hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan sangat dilarang dalam Islam. Hal ini bertentangan dengan prinsip kesucian dan kehormatan diri serta dapat membawa dampak negatif bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus memahami dan menghargai nilai-nilai agama serta menjauhi perbuatan yang dapat merusak citra dan martabat diri.

9. Menjaga Komunikasi

Komunikasi yang baik antara pasangan suami istri sangat penting dalam membangun keintiman dan harmoni dalam rumah tangga. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus selalu berkomunikasi secara terbuka dan jujur dalam menyampaikan kebutuhan dan harapan masing-masing. Dengan demikian, pasangan suami istri dapat membangun kepercayaan dan menghindari konflik yang dapat merusak hubungan.

10. Menghargai Hak Pasangan

Salah satu prinsip utama dalam Islam adalah menghargai hak pasangan. Pasangan suami istri harus saling menghargai dan memenuhi hak-hak masing-masing, baik itu dalam hal kebutuhan fisik maupun emosional. Dengan saling menghargai, pasangan suami istri dapat membangun keintiman dan kebahagiaan dalam rumah tangga.

11. Tidak Menggunakan Mainan Seks

Penggunaan mainan seks atau alat bantu seksual tidak dianjurkan dalam Islam. Hal ini dapat merusak kesehatan dan memicu munculnya penyakit berbahaya seperti infeksi dan iritasi pada organ reproduksi. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus mencoba untuk membangun keintiman secara natural dan tidak memaksa diri untuk melakukan jima jika kondisi tidak memungkinkan.

Pos Terkait:  Keutamaan Menuntut Ilmu dan Mengajarkannya

12. Menghindari Pornografi

Melihat atau mengkonsumsi konten pornografi sangat dilarang dalam Islam. Hal ini dapat merusak moral dan etika serta memicu munculnya penyakit psikologis seperti depresi dan kecanduan. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus menjauhi konten pornografi dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan positif.

13. Menghindari Zina

Zina atau hubungan seksual di luar pernikahan sangat dilarang dalam Islam. Hal ini bertentangan dengan prinsip kesucian dan kehormatan diri serta dapat membawa dampak negatif bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus memahami dan menghargai nilai-nilai agama serta menjauhi perbuatan yang dapat merusak citra dan martabat diri.

14. Menjaga Kesehatan Reproduksi

Menjaga kesehatan organ reproduksi sangat penting dalam Islam. Pasangan suami istri harus menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi serta memperhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan menjaga kesehatan organ reproduksi, pasangan suami istri dapat meminimalisir risiko penyakit dan memperkuat keintiman dalam rumah tangga.

15. Menghindari Praktik Seksual yang Berbahaya

Praktik seksual yang berbahaya seperti seks anal atau oral tidak dianjurkan dalam Islam. Hal ini dapat merusak kesehatan dan memicu munculnya penyakit berbahaya seperti infeksi dan kanker. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus mencoba untuk membangun keintiman secara alami dan menghindari praktik-praktik seksual yang berbahaya.

16. Menjaga Keseimbangan dalam Berhubungan Seksual

Menjaga keseimbangan dalam berhubungan seksual sangat penting dalam Islam. Pasangan suami istri harus memperhatikan kebutuhan masing-masing dan tidak memaksakan diri untuk melakukan jima jika kondisi tidak memungkinkan. Dengan menjaga keseimbangan, pasangan suami istri dapat membangun keintiman dan harmoni dalam rumah tangga.

17. Menghindari Kesombongan

Kesombongan atau merasa lebih dari pasangan suami istri sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Hal ini dapat merusak keintiman dan harmoni dalam rumah tangga serta memicu munculnya konflik dan perselisihan. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus saling menghargai dan tidak merasa lebih dari yang lainnya.

18. Menjaga Kepercayaan

Kepercayaan antara pasangan suami istri sangat penting dalam membangun keintiman dan harmoni dalam rumah tangga. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus selalu berusaha untuk menjaga kepercayaan satu sama lain dengan tidak menyembunyikan apa pun yang penting dalam hubungan mereka.

Pos Terkait:  Mengenal Sebelas Ummahatul Mukminin

19. Menghindari Perbuatan yang Merugikan Pasangan

Perbuatan yang merugikan pasangan suami istri sangat dilarang dalam Islam. Hal ini dapat merusak keintiman dan harmoni dalam rumah tangga serta memicu munculnya konflik dan perselisihan. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus saling menghormati dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan pasangan.

20. Menjaga Kesehatan Mental

Menjaga kesehatan mental sangat penting dalam Islam. Pasangan suami istri harus memperhatikan kesehatan mental masing-masing serta membangun keintiman dan harmoni dalam rumah tangga. Dengan menjaga kesehatan mental, pasangan suami istri dapat menghindari konflik dan perselisihan yang dapat merusak keintiman dan harmoni dalam rumah tangga.

21. Menghindari Pengaruh Negatif

Pengaruh negatif seperti alkohol dan narkoba sangat dilarang dalam Islam. Hal ini dapat merusak kesehatan dan memicu munculnya penyakit berbahaya serta mempengaruhi kualitas hubungan suami istri. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus menjauhi pengaruh negatif dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan positif.

22. Menjaga Keseimbangan Spiritual

Menjaga keseimbangan spiritual sangat penting dalam Islam. Pasangan suami istri harus memperhatikan keseimbangan spiritual masing-masing serta membangun keintiman dan harmoni dalam rumah tangga. Dengan menjaga keseimbangan spiritual, pasangan suami istri dapat menghindari konflik dan perselisihan yang dapat merusak keintiman dan harmoni dalam rumah tangga.

23. Menjaga Kesehatan Fisik

Menjaga kesehatan fisik sangat penting dalam Islam. Pasangan suami istri harus memperhatikan kesehatan fisik masing-masing serta membangun keintiman dan harmoni dalam rumah tangga. Dengan menjaga kesehatan fisik, pasangan suami istri dapat menghindari konflik dan perselisihan yang dapat merusak keintiman dan harmoni dalam rumah tangga.

24. Menghindari Perilaku yang Merugikan

Perilaku yang merugikan seperti merokok dan makan berlebihan sangat dilarang dalam Islam. Hal ini dapat merusak kesehatan dan memicu munculnya penyakit berbahaya serta mempengaruhi kualitas hubungan suami istri. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus menghindari perilaku yang merugikan dan memperhatikan kesehatan masing-masing.

25. Menjaga Kualitas Hubungan

Menjaga kualitas hubungan suami istri sangat penting dalam Islam. Pasangan suami istri harus selalu berusaha untuk membangun keintiman dan harmoni dalam rumah tangga serta menghindari konflik dan perselisihan yang dapat merusak hubungan. Dengan menjaga kualitas hubungan, pasangan suami istri dapat membangun kebahagiaan dan