Umum

Pengertian Santun dan Dalil Naqli Tentangnya

×

Pengertian Santun dan Dalil Naqli Tentangnya

Share this article

Santun atau sopan santun adalah salah satu nilai penting yang harus dimiliki oleh setiap individu. Santun dalam bahasa Indonesia artinya sopan atau beradab. Santun juga bisa diartikan sebagai sikap atau perilaku yang memperlihatkan rasa hormat atau penghargaan pada orang lain.

Dalil Naqli tentang Santun

Dalam agama Islam, santun juga memiliki dasar-dasar atau dalil naqli yang dapat menjadi pedoman bagi umat Muslim dalam berinteraksi dengan sesama. Berikut adalah beberapa dalil naqli tentang santun:

1. QS. al-Isra’ ayat 23

Artinya: “Dan katakanlah kepada orang-orang itu perkataan yang baik.”

Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu mengucapkan kata-kata yang baik dan sopan kepada orang lain.

2. QS. al-Hujurat ayat 11-12

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik dari mereka dan jangan pula wanita-wanita mengolok-olokkan wanita yang lain, boleh jadi wanita itu lebih baik dari wanita yang lain. Dan janganlah kamu saling mencela dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah (seseorang) memperoleh iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Pos Terkait:  Tujuan Beribadah Seorang Muslim

Dalam ayat ini, Allah SWT memperingatkan kita untuk tidak mengolok-olokkan atau mencela orang lain dengan kata-kata yang buruk. Kita harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain tanpa memandang asal-usul atau latar belakang.

3. HR. Bukhari Muslim

Artinya: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”

Dalam hadist ini, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mencintai orang lain sebagaimana kita mencintai diri sendiri. Kita harus berusaha untuk memperlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti kita ingin diperlakukan.

Pengertian Santun Menurut Para Ahli

Selain dalil naqli, santun juga memiliki pengertian yang berbeda-beda menurut para ahli. Berikut adalah beberapa pengertian santun menurut para ahli:

1. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Santun menurut KBBI adalah sopan, berbudi pekerti luhur, beretika, beradab, dan bersopan santun.

2. Kamus Pusat Bahasa

Santun menurut Kamus Pusat Bahasa adalah sifat atau sikap yang sopan, beradab, dan menghormati orang lain.

3. Imam al-Ghazali

Menurut Imam al-Ghazali, santun adalah sikap yang terdiri dari tiga hal, yaitu:

  • Berkata dengan kata-kata yang sopan dan tidak kasar
  • Berperilaku dengan cara yang sopan dan tidak kasar
  • Berpenampilan dengan cara yang sopan dan tidak kasar
Pos Terkait:  Macam-macam Doa Iftitah dan Syarat Kesunnahannya

Manfaat Santun

Santun memiliki banyak manfaat bagi individu maupun masyarakat. Berikut adalah beberapa manfaat santun:

1. Meningkatkan hubungan sosial

Dengan bersikap santun, kita dapat mempererat hubungan sosial dengan orang lain. Sikap santun dapat membuat orang lain merasa dihargai dan dihormati.

2. Meningkatkan kualitas hidup

Sikap santun dapat membantu meningkatkan kualitas hidup seseorang. Orang yang bersikap santun cenderung lebih dihargai dan dihormati oleh orang lain, sehingga mereka lebih mudah mendapatkan kesempatan dan dukungan dalam hidup.

3. Menjaga kerukunan dan perdamaian

Sikap santun dapat membantu menjaga kerukunan dan perdamaian dalam masyarakat. Dengan bersikap santun, kita dapat menghindari konflik dan meningkatkan toleransi antarindividu.

Kesimpulan

Santun adalah sikap atau perilaku yang memperlihatkan rasa hormat atau penghargaan pada orang lain. Dalam agama Islam, santun memiliki dasar-dasar atau dalil naqli yang dapat menjadi pedoman bagi umat Muslim dalam berinteraksi dengan sesama. Selain itu, santun juga memiliki pengertian yang berbeda-beda menurut para ahli dan memiliki banyak manfaat bagi individu maupun masyarakat.