Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an di Masa Rasulullah SAW

Posted on

Pendahuluan

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang dianggap sebagai wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Proses kodifikasi Al-Qur’an ini memiliki sejarah yang sangat penting dalam perkembangan agama Islam. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah kodifikasi Al-Qur’an di masa Rasulullah SAW.

Penyampaian Wahyu Pertama

Penyampaian wahyu pertama Al-Qur’an terjadi pada tahun 610 Masehi di gua Hira. Nabi Muhammad SAW sedang bermeditasi ketika Malaikat Jibril datang kepadanya dan memerintahkan untuk membaca. Inilah awal mula Al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah SAW.

Penyampaian Wahyu Secara Lisan

Pada awalnya, Al-Qur’an disampaikan secara lisan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya. Mereka menghafal dan mencatat wahyu yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Proses ini berlangsung selama beberapa tahun dan melibatkan banyak sahabat yang memiliki kemampuan menghafal yang baik.

Pengumpulan dan Penyusunan Al-Qur’an

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi perang dengan suku-suku Arab yang mengakibatkan banyak sahabat yang hafal Al-Qur’an gugur. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi Umar bin Khattab, yang merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW. Ia mengusulkan kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu bentuk tulisan agar tidak hilang.

Pos Terkait:  Sahkah Shalat Makmum yang Mendahului atau Menyamai

Abu Bakar kemudian memerintahkan Zaid bin Thabit, seorang sahabat yang memiliki kemampuan menulis dan menghafal baik, untuk memimpin proses pengumpulan dan penyusunan Al-Qur’an. Zaid bin Thabit melakukan tugas ini dengan sangat hati-hati dan teliti.

Pemastian Keaslian Tulisan Al-Qur’an

Setelah pengumpulan dan penyusunan Al-Qur’an selesai, Abu Bakar memastikan keaslian tulisan Al-Qur’an dengan cara membandingkannya dengan hafalan para sahabat yang masih hidup. Jika ada perbedaan antara tulisan dan hafalan, maka yang diikuti adalah hafalan para sahabat karena penulisan Al-Qur’an masih dalam bentuk tulisan sementara hafalan mereka dianggap lebih otentik.

Penyalinan dan Penyebaran Al-Qur’an

Uthman bin Affan, salah satu khalifah Islam, memerintahkan penyalinan Al-Qur’an yang sudah disusun oleh Zaid bin Thabit. Salinan Al-Qur’an ini kemudian disebarkan ke berbagai wilayah Islam. Uthman bin Affan juga memerintahkan untuk menghancurkan salinan Al-Qur’an yang tidak sesuai dengan salinan utama yang ia miliki.

Kesimpulan

Pada masa Rasulullah SAW, proses kodifikasi Al-Qur’an melibatkan pengumpulan, penyusunan, dan penyalinan untuk memastikan keaslian dan penyebarannya. Melalui upaya ini, Al-Qur’an tetap terjaga keasliannya dan menjadi pedoman hidup bagi umat Islam hingga saat ini.

Pos Terkait:  8 Kesalahan Membasuh Tangan dalam Wudhu