Penamaan Hari Tarwiyah, Arafah, dan Keutamaannya

Posted on

Pengenalan

Hari Tarwiyah dan Hari Arafah adalah dua hari yang memiliki makna penting dalam ritual ibadah haji. Pada artikel ini, kita akan membahas penamaan hari-hari tersebut, mengungkap keutamaan yang terkait, dan mengapa mereka begitu penting dalam agama Islam.

Tarwiyah: Persiapan Menuju Arafah

Hari Tarwiyah jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Arafah. Secara harfiah, “Tarwiyah” berarti “menyediakan atau membekali.” Pada hari ini, para jamaah haji melakukan persiapan menuju Arafah dengan membekali diri mereka dengan air dan makanan yang cukup untuk perjalanan yang panjang ke dataran Arafah.

Para jamaah haji juga memakai pakaian ihram pada Hari Tarwiyah, yang menandakan bahwa mereka telah memasuki keadaan ihram dan berada dalam keadaan suci untuk menjalankan ibadah haji. Pakaian ihram ini terdiri dari dua helai kain putih tanpa jahitan, yang mempersatukan seluruh jamaah haji tanpa melihat perbedaan sosial atau ekonomi.

Keutamaan Hari Tarwiyah

Hari Tarwiyah memiliki beberapa keutamaan yang dianggap istimewa dalam agama Islam. Salah satu keutamaannya adalah bahwa pada hari ini, Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang berada di tanah Arafah. Dengan berpuasa pada Hari Tarwiyah, umat Muslim juga dapat memperoleh pahala yang besar dan mendekatkan diri pada Allah.

Pos Terkait:  Tebak-Tebakan Islami: Menambah Wawasan dan Kebahagiaan

Secara historis, Hari Tarwiyah juga memiliki makna khusus. Pada masa Rasulullah SAW, para sahabat beliau melakukan persiapan perjalanan ke Arafah dan mengumpulkan air yang cukup untuk mereka dan onta mereka. Hal ini mengingatkan kita akan kesiapan dan keikhlasan para sahabat dalam menjalankan ibadah haji.

Hari Arafah: Puncak Ibadah Haji

Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah dan merupakan salah satu hari yang paling penting dalam ibadah haji. Pada hari ini, para jamaah haji berkumpul di dataran Arafah dan melaksanakan berbagai ibadah, termasuk berdoa, berzikir, dan bertawaf di Jabal Rahmah.

Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari yang lebih besar pahalanya di sisi Allah dan lebih dicintai-Nya daripada hari ini (Hari Arafah), maka beragung-agunglah kepada Allah dengan banyak berzikir, takbir, dan bertahlil.”

Keutamaan Hari Arafah

Hari Arafah memiliki banyak keutamaan dan pahala yang luar biasa. Pada hari ini, Allah SWT mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang berada di dataran Arafah. Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa pada Hari Arafah, Allah menurunkan rahmat-Nya, mengampuni dosa-dosa, dan mengangkat derajat hamba-Nya.

Menurut hadis riwayat Abu Qatadah, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa pada Hari Arafah dapat menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Pos Terkait:  2 Wajah Bacaan dalam Qira'at Riwayat Imam Hafs

Kesimpulan

Hari Tarwiyah dan Hari Arafah adalah dua hari yang memiliki makna penting dalam ibadah haji. Pada Hari Tarwiyah, para jamaah haji melakukan persiapan menuju Arafah dengan membekali diri mereka dengan air dan makanan yang cukup. Hari Tarwiyah juga memiliki keutamaan dalam pengampunan dosa dan mendekatkan diri pada Allah.

Hari Arafah merupakan puncak ibadah haji, di mana para jamaah haji berkumpul di dataran Arafah dan melaksanakan berbagai ibadah. Hari Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya adalah pengampunan dosa, penurunan rahmat Allah, dan pengangkatan derajat hamba-Nya.

Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, penting bagi kita untuk memahami makna dan keutamaan dari Hari Tarwiyah dan Hari Arafah. Dengan memperoleh pengetahuan ini, kita dapat lebih menghargai dan merasakan keistimewaan ibadah haji serta mendekatkan diri pada Allah SWT.