Umum

Musafir yang Bebas Shalat Jumat

×

Musafir yang Bebas Shalat Jumat

Share this article

Pengertian Musafir

Musafir adalah seseorang yang melakukan perjalanan jauh, biasanya untuk tujuan bisnis atau liburan. Dalam Islam, musafir memiliki kewajiban-kewajiban yang berbeda dengan mereka yang tinggal di tempat asalnya. Salah satu kewajiban yang berbeda adalah tentang shalat Jumat.

Shalat Jumat Bagi Musafir

Bagi musafir, shalat Jumat menjadi sebuah kewajiban yang terkadang sulit untuk dilakukan. Ketika seseorang sedang bepergian jauh, terutama ke daerah yang belum memiliki masjid atau tempat ibadah, sulit bagi mereka untuk melaksanakan shalat Jumat secara berjamaah. Namun, Islam memberikan kelonggaran kepada musafir dalam melaksanakan shalat Jumat.

Hukum Shalat Jumat Bagi Musafir

Hukum shalat Jumat bagi musafir adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, jika musafir mampu melaksanakan shalat Jumat, maka disunnahkan baginya untuk melakukannya. Namun, jika sulit atau tidak mungkin untuk melaksanakan shalat Jumat, maka musafir dapat melaksanakan shalat Dzuhur secara berjamaah atau sendirian.

Pos Terkait:  Air Liur dan Ingus Najis Hanya bila Dalam Kondisi Ini

Kemudahan dalam Beragama

Islam adalah agama yang mengutamakan kemudahan bagi umatnya. Hal ini tercermin dalam kelonggaran-kelonggaran yang diberikan kepada musafir. Dalam hadis riwayat Abu Dzar, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Jika seseorang berada di rumahnya atau di tempat tinggalnya dan tidak datang ke masjid untuk shalat Jumat, maka Allah tidak akan menerima shalatnya kecuali jika ada alasan yang dibenarkan.”

Keutamaan Shalat Jumat

Shalat Jumat memiliki keutamaan yang tinggi dalam Islam. Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat, mengharumkan badannya, memakai minyak wangi jika ada, memakai pakaian terbaik yang dimiliki, kemudian berangkat ke masjid tanpa merusak atau mengganggu jamaah, lalu dia mendengarkan khutbah dengan sungguh-sungguh, maka dosa-dosanya yang lalu hingga Jumat berikutnya akan diampuni.”

Shalat Jumat untuk Musafir

Berdasarkan kelonggaran yang diberikan Islam kepada musafir, shalat Jumat menjadi tidak wajib bagi mereka. Namun, jika memungkinkan, seorang musafir dianjurkan untuk melaksanakan shalat Jumat. Jika sulit untuk melakukannya, musafir dapat melaksanakan shalat Dzuhur secara berjamaah atau sendirian.

Tips Melaksanakan Shalat Jumat untuk Musafir

Jika Anda seorang musafir dan ingin melaksanakan shalat Jumat, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu:

Pos Terkait:  Lakukan Hal Ini Agar Terhindar dari Fitnah Dajjal

1. Cari Informasi Masjid

Sebelum berangkat, cari informasi mengenai masjid di daerah tujuan Anda. Pastikan ada masjid atau tempat ibadah yang memungkinkan untuk melaksanakan shalat Jumat.

2. Jadwal Shalat Jumat

Periksa jadwal shalat Jumat di masjid yang ada di daerah tujuan Anda. Pastikan Anda tiba di masjid sebelum waktu shalat Jumat dimulai.

3. Persiapan Sebelum Berangkat

Sebelum berangkat, mandi, memakai pakaian terbaik, dan berangkat ke masjid dengan hati yang bersih dan khusyuk.

4. Mengikuti Khutbah

Saat tiba di masjid, ikuti khutbah dengan baik dan dengarkan dengan khusyuk. Jangan mengganggu jamaah yang lain.

5. Menjaga Lingkungan

Jaga kebersihan dan ketertiban masjid serta sekitarnya. Jangan merusak atau mengganggu fasilitas masjid dan jamaah lainnya.

6. Shalat Jumat Alternatif

Jika sulit untuk melaksanakan shalat Jumat di masjid, Anda dapat melaksanakan shalat Dzuhur secara berjamaah atau sendirian.

Kesimpulan

Bagi musafir, melaksanakan shalat Jumat dapat menjadi tantangan tersendiri. Namun, Islam memberikan kelonggaran dan kemudahan dalam beragama. Shalat Jumat menjadi sunnah muakkadah bagi musafir, namun jika sulit untuk dilakukan, musafir dapat melaksanakan shalat Dzuhur sebagai penggantinya. Tetaplah menjaga kebersihan, ketertiban, dan khusyuk dalam beribadah, baik itu shalat Jumat maupun shalat Dzuhur. Semoga kita selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan agama, baik di rumah maupun dalam perjalanan.

Pos Terkait:  Shalat Tahajud Berjamaah, Bolehkah?