Menu

Mode Gelap

Islam Edu

Sabar dan Syukur


 Sabar dan Syukur Perbesar

Sabar dan Syukur

Advertisements

Iqipedia.com – Sabar dan syukur adalah dua ajaran islam yang sangat di anjurkan dalam kehidupan sehari-sehari agar kehidupan manusia lebih setabil dan memiliki semangat dalam menjalani. Allah berirman:

وَاصْبِرْ عَلٰى مَآ اَصَابَكَۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ

“bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (QS. Luqman: 17)

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Advertisements

Artinya: Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu memaklumkan:”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Al-Baqarah: 152)

اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

” Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (QS. Luqman : 14)

Dua ajaran ini banyak sekali di singgung oleh Al-Quran yang berarti ajaran ini memiliki signifikansi dan titik tekan dalam mengapliukannya.  Oleh karenanya hal ini penting di ajarkan kepada umat Islam. Berikut ini pembahasannya.

Sabar
Pengertian Sabar

Sabar berasal dari bahasa arab, ﺻﱪا – ﺼﻳﱪ – ﺻﱪ yang berarti bersabar, tabah hati, berani. Dalam bahasa Indonesia, sabar berarti: tahan menghadapi cobaan, tabah, tenang, tidak tergesa-gesa, tidak terburu-buru nafsu.

Advertisements

 

Imam al-Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan tuntutan agama menghadapi rayuan nafsu.

Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah mengemukakan, sabar adalah menahan jiwa untuk tidak berkeluh kesah, menahan lisan untuk tidak meratap dan menahan untuk tidak menampar pipi, merobek baju dan sebagainya.

Prof. Quraish Shihab, dalam Tafsir Al-Mishbah, menjelaskan bahwa sabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. Ia juga berarti ketabahan. Selain itu, ia menjelaskan bahwa kesabaran secara umum dibagi menjadi dua.

Pertama, sabar jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh seperti sabar dalam menunaikan ibadah haji yang menyebabkan keletihan. Termasuk pula, sabar dalam menerima cobaan jasmaniyah seperti penyakit, penganiayaan dan sebagainya.

Advertisements

Kedua, sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan semisal sabar dalam menahan marah, atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya.

Macam -Macam Orang Sabar

1. Sabar terhadap Cobaan

Cobaan hidup, baik itu fisik maupun non fisik, akan menimpa semua orang, baik berupa lapar, haus, sakit, rasa takut, kehilangan orang-orang yang dicintai, kerugian harta benda dan lain sebagainya. Cobaan seperti itu bersifat alami, manusiawi, oleh karena itu tidak ada seorangpun yang bisa menghindarinya. Adapun hal yang sangat diperlukan adalah menerimanya dengan lapang dada dan penuh kesabaran, serta memulangkan segala sesuatunya kepada Allah. Allah berfirman dalam Q.S. al-Baqarah 2: 155-157 berikut:

وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ‏

Advertisements

 “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”

2. Sabar terhadap Gejolak Nafsu

Hawa nafsu haus akan berbagai macam kenikmatan hidup, kesenangan dan kemewahan dunia. Untuk mengontrol segala keinginan tersebut diperlukan adanya kesabaran. Jangan sampai semua kesenangan hidup dunia ini berhasil menguasai diri, sehingga membuat seseorang lupa diri, apalagi lupa akan Tuhan- Nya. Al-Qur’an mengingatkan, jangan sampai harta benda dan anak-anak (di antara yang diinginkan oleh hawa nafsu manusia) menyebabkan seseorang lalai dari mengingat Allah Swt.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

Advertisements

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi”

Tingkatan Orang Sabar

  1. Orang-orang yang mampu menekan habis dorongan hawa nafsuya sehingga tidak adanya perlawanan sedikitpun dan ia bersabar secara terus menerus, maka ia dapat dikategorikan sebagai orang yang sudah mencapai tingkat
  2. Orang yang hanya dikuasai oleh dorongan afsu syahwatnya sehingga tidak adanya muncul motivasi keagamaan di dalam dirinya, maka ia termasuk dalam kategori orang-orang yang lalai (al-ghafilun)
  3. Orang-orang yang senantiasa berselisihan antara dorongan hawa nafsu dengan dorongan keagamaannya, maka ia dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang mencampur-adukkan kebenaran dengan kesalahan.

 

Syukur
Pengertian Syukur

Kata syukur berakar dari syakara yang berarti membuka, lawan katanyanya adalah kata kafara yang berarti menutup dan melupakan. Bersyukur kepada Allah dan kedua orang tua bila ditafsirkan dengan makna tersebut maka dapat berarti manusia harus membuka hatinya bahwa nikmat yang ia peroleh berasal dari Allah dan kedua orang tua.

Raghib al-Asfihani -pakar bahasa- memaknai kata syukur dengan gambaran dalam benak tentang nikmat dan menampaknnya kepermukaan. Sedangkan Al- Ghazali, memaknai syukur dengan sanang dengan nikmat yang ada dan menggunakan nikmat tersebut sesuai maksud dan yang di sukai Allah.

Advertisements

Kedua pendapat al-Asfihani dan al-Ghazali ini tampaknya lebih konprehensip dari sebelumnya, selain syukur di maknai dengan pengakuan hati dan kegembiraan hati terhadap nikmat, syukur juga harus di tampakkan kepermukaan serta di gunakan sesuai maksud dan tujuan Allah seperti memuji dan taat kepada Allah sebagai pemilik nikmat dan berterimakasih dan berbakti kepada kedua orang tua sebagai perantara nikmat.

Hakikat Syukur

Menurut imam Ghazali syukur adalah mengggunakan nikmat sesuai kehendak Allah Swt. Ada tiga perkara yang menjadi faktor seseorang dapat bersyukur, yaitu:

  1. Ilmu, yaitu pengetahuan tentang nikmat dan pemberinya, serta meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT dan yang lain hanya sebagai perantara untuk sampainya nikmat, sehingga akan selalu memuji Allah SWT dan tidak akan muncul keinginan memuji yang lain. Sedangkan gerak lidah dalam memuji-Nya hanya sebagai tanda keyakinan.
  2. Hal (kondisi spiritual), yaitu karena pengetahuan dan keyakinan tadi melahirkan jiwa yang tentram. Membuatnya senantiasa senang dan mencintai yang memberi nikmat, dalam bentuk ketundukan, Mensyukuri nikmat bukan hanya dengan menyenangi nikmat tersebut, melainkan juga dengan mencintai yang memberi nikmat yaitu Allah SWT.
  3. Amal perbuatan, ini berkaitan dengan hati, lisan, dan anggota badan, yaitu hati yang berkeinginan untuk melakukan kebaikan, lisan yang menampakkan rasa syukur dengan pujian kepada Allah SWT dan anggota badan yang menggunakan nikmat-nikmat Allah SWT dengan melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
Macam-macam Syukur
Macam-macam syukur ada tiga, yaitu:
1. Syukur Hati
Syukur hati berarti menyadari bahwa sebuah kenikmatan tentu datang dari Allah SWT. Hal ini akan membawa perasaan tenang bagi yang melakukannya.

Pengakuan dengan hati bahwa semua nikmat datangya dari Allah, sebagai kebaikan dan karunia Sang pemberi nikmat kepada hamba-Nya. Syukur dengan hati akan membuat seseorang merasakan keberadaan nikmat itu pada dirinya, hingga ia tidak akan lupa kepada Allah Pemberinya.

2. Syukur Lisan
Syukur lisan berarti menyanjung Allah sebagai Sang Pemberi kenikmatan. Perintah ini tercantum dalam QS. Ad Dhuha ayat 11.
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Artinya: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-Nya.

Hal ini dapat di lakukan dengan menyanjung dan memuji Allah atas nikmat-Nya dengan penuh kecintaan, serta menyebut-nyebut nikmat itu sebagai pengakuan atas karunia-Nya dan kebutuhan terhadapnya, bukan karena riya, pamer atau sombong,. Mengucapkan nikmat Allah merupakan salah satu sendi syukur. Seorang hamba yang mengucapkan rasa syukur, maka ia akan teringat kepada pemberinya dan mengakui kelemahan dirinya.

Advertisements
3. Syukur Dengan perbuatan
Syukur dengan perbuatan adalah menggunakan anggota tubuh digunakan untuk beribadah kepada Allah Tuhan Semesta Alam, karena masin-masing anggota tubuh memiliki kewajiban beribadah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah sujud syukur, yaitu dengan cara sujud dihadapan Allah dengan meletakkan anggota tubuhnya yang paling mulia di atas tanah, lalu dalam keadaan tersebut diiringi dengan berbagai macam dzikir seperti bersyukur, bertasbih, berdoa, mohon ampunan, dan lain sebagainya.
Prof. Quraish Sihab menjelaskan bahwa syukur dengan perbuatan adalah memanfaatkan seluruh anugrah yang di berikan sesuai dengan tujuan Allah Swt.
Hikmah Syukur

1. Menyucikan jiwa

Bersyukur dapat menjaga kesucian jiwa, sebab menjadikan orang dekat dan terhindar dari sifat buruk, seperti sombong atas apa yang diperolehnya.

2. Mendorong jiwa untuk beramal shalih

Bersyukur yang harus ditunjukkan dengan amal sholih membuat seseorang, selalu terdorong untuk memanfaatkan apa yang diperolehnya untuk berbagai Semakin banyak kenikmatan yang diperoleh semakin banyak pula amal sholih yang dilakukan.

Advertisements

3. Menjadikan orang lain Ridha

Dengan bersyukur, apa yang diperolehnya akan berguna bagi orang lain dan membuat orang lain ridho Karena menyadari bahwa nikmat yang diperoleh tidak harus dinikmati sendiri tapi juga harus dinikmati oleh orang lain, sehingga hubungan dengan orang lain pun menjadi baik.

4. Menuntun hati untuk ikhlas

Karena syukur menuntun kita untuk tetap berbaik sangka pada Allah SWT dalam segala hal yang terjadi dalam kehidupan ini, maka syukur mampu menggerakkan hati untuk ikhlas menerima ketetapan Allah SWT.

Advertisements

5. Menumbuhkan optimisme

Syukur mengandung arti mengenali sebuah nikmat yang telah Allah SWT karuniakan, termasuk didalamnya yakni dengan menggali potensi-potensi yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, yang nantinya akan menumbuhkan optimisme.

Demikian semoga bermanfaat.

Komentar
Advertisements

Advertisements
Artikel ini telah dibaca 612 kali

Baca Lainnya

Syukur : Pengertian, Macam-Macam, Hakikat dan Dalil Syukur

16 November 2022 - 22:55

Syukur : Pengertian, Macam-Macam, Hakikat dan Dalil Syukur

Penaklukan Banten dan Masuknya Agama Islam Disana

2 November 2022 - 08:17

Penaklukan Banten dan Masuknya Agama Islam Disana

Pengertian dan Faktor Pemicu Radikalisme

26 Oktober 2022 - 08:28

Pengertian dan Faktor Pemicu Radikalisme

Qodha’ dan Qodar dalam Kehidupan Sehari-Hari

26 Oktober 2022 - 08:07

Qodha' dan Qodar dalam Kehidupan Sehari-Hari

Para Sahabat Penulis Wahyu

24 Oktober 2022 - 18:29

Para Sahabat Penulis Wahyu

Tradisi Bulan Suro Bagi Umat Islam di Jawa

14 Agustus 2022 - 07:00

Tradisi Bulan Muharrom
Trending di Islam Edu